Inilah Keikhlasan Itu

Dalam sebuah peperangan, tentara muslim di bawah pimpinan Maslamah mengepung sebuah kota berbenteng tinggi dan kokoh selama beberapa bulan.

Pada suatu malam, datang kepada panglima seorang prajurit dan mengatakan bahwa ia sudah berhasil membuat sebuah lobang yang memungkinkannya masuk ke dalam kota dan membuka pintu pagar.

Dia minta ditemani beberapa prajurit untuk masuk ke kota melalui lobang tadi. Jika mereka telah berhasil membuat pagar, panglima tinggal memerintahkan pasukan Muslim untuk menyerbu ke dalam kota.
Maslamah setuju dan mengirim beberapa prajurit bersamanya.

Mereka berhasil masuk dan membuka pintu pagar benteng.

Pasukan Maslamah menyerbu masuk dan hanya dalam waktu satu malam berhasil menguasai kota sepenuhnya.

Keesokan harinya, panglima mengumumkan agar prajurit pembuat lobang datang menemuinya untuk menerima hadiah, tapi tidak seorang pun datang.
hari kedua dan hari ketiga diulang lagi, tapi si pembuat lobang tidak juga datang.

Pada hari keempat seorang prajurit datang menghadap panglima dan mengatakan bahwa ia dapat menunjukkan siapa prajurit yang membuat lobang itu.

"Katakan, siapa dia!", perintah panglima.

Prajurit itu menjawab, "Tetapi dia punya tiga syarat untuk menunjukkan jati dirinya".

"Sebutkan saja syarat yang dimintanya", seru panglima tidak sabar.

"syaratnya, tidak diberi hadiah, tidak diumumkan namanya, dan tida dipanggil lagi",kata prajurit itu.

"Baiklah, saya terima syarat syaratnya", Jawab panglima.

Prajurit itu berkata," Akulah pembuat lobang itu, aku membuatnya untuk memperolah ridha Allah".

Lalu dia pergi dan tidak menoleh noleh lagi.

Panglima sangat kagum, dan setiap shalat selalu berdoa agar ia dapat berdampngan (di sorga) dengan prajurit pembuat lobang itu.