Na’udzubillaah! 14 Mahasiswa UIN Jogja (yang 9 perempuan berjilbab) Ikut Ibadah Natal di Gereja

Hasil didikan (pemurtadan) dari dosen UIN Jogja yang memang pendeta gereja terbukti menyeret 14 mahasiswa/wi perguruan tinggi Islam negeri itu ikut beribadah natal di gereja. Itupun mereka perlu ngluruk dengan naik 2 mobil yang jaraknya Jogja-Solo 63KM.

Pemurtadan yang langsung dibanggakan di dalam acara natal 2015 di Gereja Kristen Jawa(GKJ) Margoyudan Solo (Surakarta) Jawa Tengah itu bila dirujuk ke Islam maka merupakan salah satu tanda qiyamat yang mengerikan secara aqidah.

Dalam sebuah hadits panjang, disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى تُعبَد الأَوْثَان

َ“…Kiamat tidak akan terjadi hingga sekelompok kabilah dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan sampai-sampai berhala pun disembah…” (Shahih Ibni Hibban Juz XVI hal. 209 no. 7237 dan hal. 220 no. 7238 Juz XXX no. 7361 hal 6, Syu’aib al-Arnauth berkata, “Sanad-sanadnya shahih sesuai dengan syarat Muslim).

(lihat nahimunkar.com: Perayaan Natal Memberhalakan Isa, Meridhainya Berarti Meridhai Kekufuran, juga judul: tren Muslim bergaya musyrik).

Dosen UIN Jogja yang pendeta gereja itu bernama Wahyu Nugroho seorang Pendeta GKJ Margoyudan Solo.

 Sementara itu tribun jateng memberitakan, Kedatangan Taufik (mahasiswa UIN Jogja) di acara (misa natal 2015 di gereja) tersebut merupakan inisiatifnya sendiri. Ia bersama 13 orang rekannya berangkat dari Yogyakarta pukul 10.30, mengendarai dua mobil. Mereka menyempatkan diri berwisata di Kota Solo, saat siang.

“Pak Wahyu (Pendeta GKJ Margoyudan Solo) adalah dosen kami di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Beliau mengajar mata kuliah teks suci Al-Quran dan kitab agama lain. Kami ingin mengucapkan selamat Natal saja dengan datang ke sini,” bebernya.

Taufik mengimbuhkan, meski ada Fatwa haram mengucapkan selamat Natal, tak menyurutkan niatnya maupun belasan rekan seagamanya. (tribunjateng)

 Dari berita itu dapat dilihat kenyataan, ketika mahasiswa UIN mempelajari ayat Al-Qur’an dengan bimbingan orang kafir yaitu pendeta gereja, maka hasilnya adalah menjadi orang yang mengagumi ibadah di gereja. Sampai-sampai, kekagumannya langsung diceritakan sendiri oleh mahasiswa itu dan diberitakan tribunjateng:

Kedua tangan Taufik gemetar, pipinya berlinangan air mata saat mendengar Pendeta Wahyu Nugroho mengumandangkan Sholawat Nabi, ketika ibadah Natal di GKJ (Gerja Kristen Jawa) Margoyudan, Kamis (24/12/2015).

“Saya tidak menyangka pak pendeta bersholawat di depan ribuan jemaat di sini. Saya benar-benar terharu. Tangan saya sampai gemetar waktu merekam gambar momen itu. Baru kali pertama saya menyaksikan dan merasakan indahnya toleransi beragama,” ucap mahasiswa UIN Kalijaga Yogyakarta itu, usai menghadiri ibadah malam Natal. (tribunjateng).

Benar-benar itu adalah pencampur adukan ibadah, namun sangat dikagumi oleh mahasiswa Islam binaan peneta kristen. Padahal, shalawat adalah ibadah Islam. Misa natal adalah ibadah kristen yang sudah ditegaskan kekufurannya.  Islam yang diridhai Allah Ta’ala (lihat QS Al-Maaidah: 3) tauhid tidak boleh dicampur dengan kekufuran yang tidak diridhai oleh Allah Ta’ala (lihat QS Ar-Ruum: 7). Ketika mencampurkannya, maka terkena larangan keras (lihat QS Al-Baqarah: 42).

Orang-orang yang berbuat demikian, akan terkena ancaman keras dari Allah Ta’ala, karena hal itu menunjukkan keridhaannya kepada acara tersebut. Padahal, seharusnya seorang muslim meninggalkan tempat tersebut dan tidak ikut mendengarkan atau memeriahkannya.
{بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا (139) وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا} [النساء: 138 – 140]

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam.” (QS. Al Nisa’: 138-140)

Dalam tiga ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang duduk-duduk di majelis yang di dalamnya terdapat penghinaan dan pengingkaran terhadap ayat-ayat Allah. Dan di antara bentuk kekufuran yang paling besar adalah ucapan orang Nashrani bahwa Allah punya anak, dia mati, Dia satu dari tiga (trinitas), Maha suci dan Mahatinggi Allah dari apa yang mereka tuduhkan kepada-Nya.

Kemudian Allah mengabarkan bahwa orang yang mendengarkan celotehan dari keyakinan-keyakinan batil ini, dia seperti mereka dan dihukumi sebagai munafik yang kelak akan dihimpun pada hari kiamat bersama mereka. Kita berlindung kepada Allah dari kehinaan ini.

. . . ikut menjaga tempat-tempat perayaan hari raya Natal berarti ikut meramaikan dan memeriahkan tempat perayaan kekufuran. Dan itu menunjukkan keridhaannya kepada acara tersebut. . .

Harusnya Berlepas Diri Dari Kekufuran


Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang yang menolong pelaku kebatilan dalam melakukan aksinya. Dan kebatilan terbesar adalah kufur kepada Allah dan menuduh Allah punya anak, Dia mati lalu hidup kembali. Keyakinan-keyakinan ini adalah perkara yang sangat buruk dan jahat yang membuat kulit dan bulu setiap mukmin bergidik, bahkan benda-benda matipun tak terima dengan tuduhan tersebut. Karena bagi umat Kristiani, perayaan Natal adalah hari raya untuk memperingati dan mensyukuri kelahiran Yesus ke dunia sebagai Tuhan dan juruselamat penebus dosa. Yang dalam Islam, itu merupakan perayaan kekufuran dan kezaliman terbesar terhadap Allah. Karenanya tolong-menolong di dalamnya adalah haram.
{وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (89) تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا (90) أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا (91) وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا} [مريم: 88 – 92]

“Dan mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak’. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.” (QS. Maryam: 88-93)

Langit dan bumi kaget dengan ucapan tersebut, bagaimana mungkin seorang muslim yang mentauhidkan Allah bisa ikut serta, mendukung, dan bergembira dengan perayaan-perayaan hari raya tersebut yang jelas-jelas menghina Allah dengan terang-terangan. Keyakinan ini membatalkan peribadatan kepada Allah, karena inilah Allah Ta’ala menyifati Ibadurrahman (Hamba-hamab Allah yang Mahapengasih) bersih dari semua itu:
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ

“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu. . .” (QS. Al Furqaan: 72)

Makna al Zuur, adalah hari raya dan hari besar kaum musyrikin sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas, Abul ‘Aliyah, Ibnu sirin, dan ulama lainnya dari kalangan sahabat dan tabi’in.

Karena seorang muslim berada di atas kebenaran, yang lebih pas ia menyeru mereka kepada kebenaran yang diyakininya. Jika tidak mampu berdakwah maka janganlah mendukung kebatilan mereka. Tapi ia pergi menjauhinya sebagai bentuk keingkarannya. Dan itu terkategori selemah-lemahnya iman.

. . . Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang yang menolong pelaku kebatilan dalam melakukan aksinya. Dan kebatilan terbesar adalah kufur kepada Allah dan menuduh Allah punya anak…

Setelah kita tahu betapa mengerikannya kecaman dan ancaman dari Allah Ta’ala, marikita simak mahasiswa erguruan tinggi Islam yang diprogramkan untuk dimurtadkan, dengan cara dibimbing pendeta gereja, inilah diantara hasilnya dalam berita.

***

 Di Kampung Jokowi, 14 Mahasiswa ikut Natalan di Gereja, bahkan Berhijab


Hatree.co – Terhitung sebanyak 14 mahasiswa yang berasal dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta turut menghadiri ibadah Malam Natal di Gereja Kristen Jawa (GKD) Margoyudan, Solo. Bahkan, sebagian diantara mereka juga ada perempuan yang mengenakan hijab.

Mahasiswa-mahasiswa tersebut ikut duduk diantara jemaat gereja lainnya. Bahkan terlihat salah satu dari mereka juga ikut berdoa layaknya seorang nasrani.

Sekretaris Umum GKJ Margoyudan, Winantyo Atmojo DJ menyatakan bahwa para mahasiswa tersebut adalah binaan dari Pendeta Wahyu Nugroho. Wahyu yang ternyata juga seorang Pendeta GKJ Margoyudan itu adalah salah satu dosen di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

***”Kedatangan mereka ke sini atas keinginan sendiri. Mereka mahasiswa Pendeta pak Wahyu Nugroho di UIN. Beliau mengajar di sana. Beliau juga menyelesaikan kuliah S3 di sana,” kata Winantyo saat dikutip hatree.co usai misa Natal, Jumat (25/12) siang.

Menurut Winantyo, pada waktu mengikuti ibadah itu, para mahasiswa berbaur dengan ribuan jemaat lainnya. Mereka juga menempati deretan bangku kelima dari depan yang terletak dekat dari mimbar. Terdapat sembilan mahasiswi mengenakan hijab dan enam lainnya adalah mahasiswa.

“Mereka mintanya berbaur dengan jemaat kami. Makanya kami tempatkan di tengah-tengah. Sambutan hangat dari jemaat membuat mereka nyaman,” ujar Winantyo./ hatree.co/
Shalat di Gereja saat Natal, 14 Mahasiswa UIN bikin Heboh!

Hatree.co – Seperti yang sudah diberitakan oleh hatree.co sebelumnya bahwa terdapat 14 Mahasiswa yang berasal dari Universitasi Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta turut menghadiri ibadah Malam Natal yang dilangsungkan di Gereja Kristen Jaw (GKJ) Margoyudan, Jalan Monginsidi, Solo.

Berita ini sempat membuat heboh para netizen karena terkesan sangat kontroversial. Namun, di sela kunjungan, para mahasiswa tersebut sempat meminta izin untuk dapat menunaikan ibadah Shalad Maghrib di dalam Gereja.

Para mahasiswa itu sempat meminta izin untuk dapat melakukan Shalat Maghrib dan Isya di dalam Gereja. Hal ini dilakukan karena mereka tak punya tempat khusus, Pendeta Wahyu Nugroho meminjamkan ruangan pribadinya untuk dapat digunakan sebagai tempat Shalat.

“Saat ibadah berlangsung kan melewati waktunya salat Magrib atau Isya gitu. Mereka meminta izin untuk melaksanakan salat. Dan pak pendeta memberikan kamarnya untuk mereka salat,” kata Sekretaris umum GKJ Margoyudan, Winantyo Atmojo DJ, saat dikutip di Aula GKJ Margoyudan, Jumat (25/12) siang.

Winantyo juga menceritakan bahwa kedatangan para mahasiswa muslim tersebut mendapatkan sambutan yang baik dari para jemaat yang hadir. Kehangatan itu terlihat pada waktu mereka diperkenalkan kepada para jemaat. Tepuk tangan riuh dan jemaat sampai berdiri secara spontan untuk menghargainya.

“Pendeta kami, pak Wahyu Nugroho, memang sengaja memperkenalkan mereka pada para jemaat. Di tengah-tengah suasana peribadatan, mereka diperkenalkan. Kami semua berdiri dan memberikan tepuk tangan dan bersalaman,” ujar Winantyo.

Winantyo menambahkan bahwa para masiswa tersebut menghadiri peribadatan dari awal sampai dengan selesai. Tetapi, mereka tak mengikuti prosesi ibadah dan hanya mengamati saja. Setelah misa malam Natal, mereka sempat bersalaman dengan para jemaat dan bahkan foto selfie bersama pemuda-pemuda gereja.

“Ini kebanggaan tersendiri bagi kami. Baru kali ini mendapatkan kunjungan seperti ini. Kami terbuka, siapapun yang mau berkunjung silakan, tidak ada syarat khusus, kecuali kalau atas nama lembaga resmi. Kami ingin menunjukkan bahwa antara muslim dan Nasrani memang tidak pernah ada rasa permusuhan. Para mahasiswa muslim juga telah membuktikan dan memberikan contoh yang baik bagi kerukunan umat beragama di dunia,” ucap Winantyo.

***

Orang-orang yang berbuat demikian, akan terkena ancaman keras dari Allah Ta’ala, karena hal itu menunjukkan keridhaannya kepada acara tersebut. Padahal, seharusnya seorang muslim meninggalkan tempat tersebut dan tidak ikut mendengarkan atau memeriahkannya.
{بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا (139) وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا} [النساء: 138 – 140]

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam.” (QS. Al Nisa’: 138-140)

Dalam tiga ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang duduk-duduk di majelis yang di dalamnya terdapat penghinaan dan pengingkaran terhadap ayat-ayat Allah. Dan di antara bentuk kekufuran yang paling besar adalah ucapan orang Nashrani bahwa Allah punya anak, dia mati, Dia satu dari tiga (trinitas), Maha suci dan Mahatinggi Allah dari apa yang mereka tuduhkan kepada-Nya.

Kemudian Allah mengabarkan bahwa orang yang mendengarkan celotehan dari keyakinan-keyakinan batil ini, dia seperti mereka dan dihukumi sebagai munafik yang kelak akan dihimpun pada hari kiamat bersama mereka. Kita berlindung kepada Allah dari kehinaan ini.

Syaikhul Islam, Ibn Taimiyah berkata di dalam kitabnya Iqtidhâ‘ ash-Shirâth al-Mustaqîm, Mukhâlafah Ashhâb al-Jahîm.”Menyerupai mereka di dalam sebagian hari-hari besar mereka mengandung konsekuensi timbulnya rasa senang di hati mereka atas kebatilan yang mereka lakukan, dan barangkali hal itu membuat mereka antusias untuk mencari-cari kesempatan (dalam kesempitan) dan menghinakan kaum lemah (iman).”

Dan barangsiapa yang melakukan sesuatu dari hal itu, maka dia telah berdosa, baik melakukannya karena basa-basi, ingin mendapatkan simpati, rasa malu atau sebab- sebab lainnya, karena ia termasuk bentuk peremehan terhadap Dienullah dan merupakan sebab hati orang-orang kafir menjadi kuat dan bangga terhadap agama mereka.

Kepada Allah kita memohon agar memuliakan kaum Muslimin dengan diennya, menganugerahkan kemantapan hati dan memberikan pertolongan kepada Muslimin terhadap musuh-musuh mereka, sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

[Sumber: Majmû’ Fatâwa Fadhîlah asy-Syaikh Muhammad bin Shâlih al-’Utsaimîn, Jilid.III,h.44-46,no.403]. (kasus-kasus di Indonesia, lihat di buku Hartono Ahmad Jaiz, Bunga Rampai Penyimpangan Agama di Indonesia, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2007). (lihat nahimunkar.com).

(nahimunkar.com)

https://www.nahimunkar.com/naudzubillaah-mengaku-islam-14-mahasiswa-uin-jogja-9-perempuan-berjilbab-ikut-ibadah-natal-gereja/