Umat Islam Jogja Menutup Galeri Salib di Kampung Muslim

MUALLAFJOGJA.COM (JOGJA) Dalam dua hari terakhir umat Islam di Kota Jogjakarta dikejutkan dengan penemuan sebuah galeri sekaligus homestay yang berfungsi ganda sebagai tempat ibadah kaum salibis. Dengan benteng setinggi 3 meter yang mengelilingi mampu mengelabui umat muslim yang berada disekitarnya.

Dengan bergerak cepat dari segenap elemen dan aktifis umat Islam, akhirnya hari sabtu, 24 Januari 2015 pemilik Homestay Omah Eling menyatakan secara tertulis dihadapan perwakilan umat Islam untuk tidak melakukan aktifitas ibadah.  Serta barang barang berupa salib besar, lukisan lukisan yang berbau porno akan dipindahkan dari tempat tersebut.

Dalam sebuah surat pernyataan yang tersebar di Medsos hari Sabtu ini, pihak pemilik menyatakan dihadapan elemen umat Islam yang terwadahi dalam Forum Umat Islam Yogyakarta dengan berisikan:

1.    Menutup guest house “Omah Eling” beserta seluruh kegiatan dan aktifitasnya.
2.    Membongkar tembok/benteng bangunan yang membahayakan warga/lingkungan sekitar.
3.    Tidak memajang/mempertontonkan hal hal yang bertentangan dengan kaidah kaidah keyakinan masyarakat Notoprajan (Patung2, salib,gambar gambar yang mengundang syahwat/porno dan segera dipindahkan dari lingkungan Notoprajan.

Perlu diketahui bahwa, Kampung Notoprajan dimana Homestay itu berada adalah kampung basis perjuangan umat Islam dari jaman penjajahan. Mayoritas penduduk yang nota bene 100% adalah beragama Islam.

Kehidupan masyarakat begitu agamis dan terdapat beberapa tempat pendidikan Islam. Tidak jauh dari tempat tersebut berdiri masjid Gedhe Kauman yang merupakan pusat kegiatan dakwah Islam di waktu lampau hingga sekarang. Kauman juga tempat lahirnya organisasi Muhammadiyah.

Kejadian ini tentu menjadikan umat Islam semakin meningkatkan kewaspadaan dan lebih memperhatikan lingkungan sekitar yang membahayakan akidah umat.