Pesantren Mualaf Dorong Santrinya Berprestasi

Pesantren Pembinaan Mualaf Annaba-Center mengupayakan yang terbaik kepada para santrinya untuk memperoleh pendidikan formal yang layak. Apalagi kebanyakan santri tidak lagi memiliki biaya untuk sekolah setelah memutuskan memeluk Islam.

Pendiri Pesantren Mualaf Annaba Center, Ustaz Syamsul Arifin Nababan mengatakan, setiap santri selalu didorong agar mendapatkan pendidikan yang baik. Seperti Syamsudin misalnya, ia sebelumnya masih berstatus sebagai pelajar di sekolah swasta. Namun, tidak bisa melanjutkan studi karena tidak terdaftar dan memiliki Nomor Induks Siswa Nasional (NISN).

“Syamsuddin termasuk salah seorang santri yang kita upayakan untuk mendapat pendidikan yang layak. Selepas memutuskan untuk berpindah agama dari agama lamanya dan memeluk Islam, Syamsuddin sudah tidak lagi memiliki biaya untuk bersekolah," tuturnya seperti dilansir Annaba-Center, Senin (26/1).

Oleh karenanya, kemarin telah kita ikut sertakan santri kita tersebut untuk mengikuti program Kejar Paket B dan kemudian sembari menunggu program Kejar Paket C, kita rekomendasikan yang bersangkutan untuk mengikuti pelatihan desain grafis selama enam bulan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.”

Sekretaris Pembina,  Ustadz Ozi Setiadi mengatakan, Syamsuddin tergolong santri muda yang berusia sekitar 17 tahun. Sudah berhasil menghafal lima juz Alquran dan juga diundang untuk menjadi imam di beberapa mesjid serta mengajar Alquran pada kelas privat di salah seorang rumah warga.

“Syamsuddin adalah pribadi yang giat dan gigih dalam menuntut ilmu. Kegigihan dan ketekunannya itu adalah modal baginya untuk menjadi pribadi yang berkualitas," ucapnya.