Masjid Syuhada Yogyakarta

Profil Masjid Syuhada Yogyakarta


Alasan didirikannya Masjid Syuhada

    Bersifat khusus, sebagai Masjid Jami’ untuk memenuhi kebutuhan Umat Islam untuk beribadah kepada Allah.
    Bersifat umum, sebagai monumen yang hidup dan bermanfaat untuk memperingati para syuhada (pahlawan yang gugur syahid) yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa, mempertahankan kebenaran dan keadilan
    Sebagai tanda mata peninggalan, kenang-kenangan untuk Yogyakarta yang pernah dijadikan sebagai ibukota negara, ibukota perjuangan.

Sejarah Berdirinya Masjid Syuhada

    Masa penjajahan Belanda, Kotabaru dihuni oleh orang-orang kulit putih, orang-orang Indonesia kelas atas/kaya dan berpendidikan tinggi. Suasana Kotabaru adalah merupakan bagian kota yang modern, bersih, sehat namun sama sekali tiada tempat peribadatan umat Islam.
    Masa penjajahan Jepang di awal tahun 1942 semua warga kulit putih dan Belanda dipindahkan dari Kotabaru. Rumah-rumah kosong itu lalu ditempati oleh orang-orang Jepang dan sebagian orang-orang Indonesia yang beragama Islam. Saat itu baru muncul kebutuhan suatu tempat ibadah untuk Umat Islam.
    Masa kemerdekaan RI warga Kotabaru menjadi terdiri dari anggota-anggota tentara, pemuda, pelajar yang beragama muslim. Kebutuhan akan tempat ibadah Umat Islam semakin terasa.
    Diakhir tahun 1949, saat Ibu Kota RI di Yogyakarta berlangsung perundingan antara delegasi Indonesia dan Belanda di Gravenhage Belanda. Muncul bayangan pemikiran akan kembalinya Ibu Kota RI dari Yogyakarta ke kota metropolis Jakarta. Maka kemudian timbul keinginan adanya suatu peninggalan, tanda mata dan peringatan untuk Yogyakarta, Ibu Kota perjuangan dan peringatan perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Bangunan peringatan yang sesuai dengan kesucian perjuangan bangsa Indonesia, bukan patung atau tugu / barang mati, melainkan sebuah Masjid Jami’ yang setiap saat tersirat nuansa kehidupan Umat Islam.
    14 Oktober 1949; Berdiri Panitia Pendirian Masjid Peringatan Syuhada yang disingkat  menjadi Panitia Masjid Syuhada
    17 Agustus 1950; Penetapan garis kiblat Masjid Syuhada oleh KH. Badawi
    23 September 1950; Peletakan Batu Pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Selaku Mentri Pertahanaan RI dan Kepala Daerah DIY.
    25 Mei 1952; Berdiri Yayasan Asrama  dan Masjid ( YASMA).
    20 September 1952; Peresmian Masjid Syuhada.
    26 September 1952; Ibadah Sholat Jum’at pertama dengan Imam dan Khatib Muhammad Natsir. Setelah itu Wakil Presiden RI Drs. H.M. Hatta yang baru kembali dari menunaikan Ibadah Haji di Mekkah memberikan ceramahnya di ruang aula/kuliah.
    13 September 1953; Menerima sumbangan 24 helai permadani buatan Karachi Pakistan dari rakyat dan pemerintah Pakistan.

Dengan selesainya pembangunan Masjid Syuhada maka untuk pengelolaan dan penanggungjawab pemakmuran masjid selanjutnya Panitia Masjid Syuhada yang dibentuk pada 14 Oktober 1949 berganti nama menjadi Yayasan Asrama dan Masjid Syuhada (YASMA SYUHADA).
Jabatan Ketua Umum selalu diiberikan kepada pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai waqif tanah dimana Masjid Syuhada didirikan. Saat ini (2008 – 2013) jabatan Ketua Umum diamanahkan kepada H. Kanjeng Raden Tumenggung Djatiningrat (H. Tirun Marwito, SH). Dengan tujuan dakwah dan berkontribusi pada dunia pendidikan, maka YASMA SYUHADA membentuk susunan kepengurusan sebagai berikut (periode 2008 – 2013):
Penasihat: Sri Sultan Hamengku Buwono X
                  Sri Paduka Paku ALam IX
                  Prof. Dr. H. M. Amien Rais, MA
                  GBPH H. Joyo Kusumo
                  Prof. Dr. H. Moh. Mahfudz MD
                  Ka. Kanwil. DEPAG D. I. Yogyakarta
                  Wali Kota Yogyakarta
Pembina: Drs. H. Barmawi Mukri, SH., M.Ag
                   Dr. Ir. H. Harsoyo, M.Sc
                   Prof. H. M. Suyanto, M.Pd., Ph.D
                   Dr. H. Jawahir Thontowi, SH
Pengawas: Drs. H. Subowo, M.M
                      Ir. H. Harsoyo M., Dipl.HS
                      Drs. DIdi Wahyu Sudirman, M.M
Ketua I: Ir. H. Muhammad Hanif, MT
Ketua II: H. E. Zainal Abidin, SH., MS., MPA
Bidang Pendidikan: Ketua, Dr. Ir. H. Hary Sulistyo
Bidang Sarana dan Prasarana: Ketua, Ir. H. Eddy Sofyan H, MT
Bidang Pengembangan Usaha: Ketua, Amir Fansuri, SE
Bidang Ibadah, Keta’miran, Asrama dan Alumni: Ketua, H. Dachwan, M.Si
Bidang Kajian dan Pembinaan Kader: Ketua, Drs. Kusworo, M.Hum
Bidang Kewanitaan: Ketua, Dra. Hj. Yayah Kusiah, M.Pd


Lembaga-lembaga di Masjid Syuhada
1.    Lembaga Pendidikan Formal:
·     Taman Kanak-kanak Masjid Syuhada (TKMS): ± 200 siswa;
·     Sekolah Dasar Masjid Syuhada (SDMS): ± 600 siswa;
·     Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP-IT MS); sejak 2004: ± 100 siswa;
·     Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada (STAIMS); terdiri dari dua prodi yaitu: Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

2.  Lembaga Non Formal:
·     Lembaga Pendidikan al-Quran Masjid Syuhada (LPQMS) sejak 1952; menyelenggarakan kursus membaca al-Quran terdiri dari kelas: Pemula, Tajwid, Murattal dan Seni Baca;
·     Pendidikan Anak Masjid Syuhada (PAMS) didirikan 20 Oktober 1953; menyelenggarakan pelatihan kompetensi untuk ustadz/ustadzah TPA serta bekerjasama dengan TPA/TK menyediakan tenaga pengajar (ustadz/ustadzah);
·     Pendidikan kader Masjid Syuhada (PKMS) didirikan 20 Nopember 1954; terdiri dari 3 program utama: Markaz al-Lughah al-Arabiyah, Training Center dan Event Organizer;
·     Corps Dakwah Masjid Syuhada (CDMS); menyelenggarakan kajian keislaman dan masalah-masalah aktual, serta pembinaan terhadap remaja-remaja muslim di sekolah-sekolah;
·     Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah dan Bantuan Hukum (LPKSBH) Masjid Syuhada; menyelenggarakan jasa konsultan untuk permasalahan keluarga dan rumah tangga;
·     Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Masjid Syuhada (LAZIS MS); menerima dan menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah serta wakaf dari para jama’ah;
·     Baitul Maal Wat Tamwiil Syuhada (BMT Syuhada); sebagai pusat sirkulasi keuangan lembaga-lembaga / unit Yayasan Masjid dan Asrama Syuhada serta sebagai media pengembangan usaha;
·     Pengajian Putri Masjid Syuhada (PPMS).
·     Kelompok Pengajian Al-Quran (KPA)  Al-Hijrah Masjid Syuhada.
·     Forum Shoilihat

3. Asrama Putera dan Puteri YASMA SYUHADA
  SDM (Sumber Daya Manusia) pelaksana teknis untuk memakmurkan Masjid Syuhada (penggerak lembaga/unit non-formal) berasal dari warga Asrama Putra dan Putri YASMA SYUHADA. Asrama Putra terletak di Jl. I Dewa Nyoman Oka 28 Kotabaru-Yogyakarta 55224 Tlp. 0274-547227 atau tepatnya di sebelah timur Masjid Syuhada. Asrama putra ini berkapasitas 20 mahasiswa. Asrama putri beralamat di Jl. Pringgokusuman No. 12 berdampingan dengan kampus STAIMS Telp. 0274-514520. Setiap warga yang mondok di Asrama tidak dipungut biaya tetapi sebagai konsekuensinya bertanggungjawab  sepenuhnya atas kegiatan-kegiatan lembaga non-formal.

Program Reguler Lembaga-lembaga di Masjid Syuhada

    Studi Islam Efektif         
    Kajian Keluarga Sakinah
    Pelatihan Kader Da’i     
    Pendidikan Jurnalistik
    Pelatihan Bahasa Asing
    Training Ustadz/ah TPA                        
    Pelatihan Nasyid
    Pengembangan Masyarakat

Sumber: buletinsyuhada.blogspot.com