Lawan “Pemurtadan” Dengan ‘Peradaban Islam Nusantara

Ketua Markaz Dakwah Andri Kurniawan mengatakan Indonesia perlu kembangkan program “Peradaban Islam Nusantara 2020” untuk mengimbangi maraknya gerakan pemurtadan.

Keterangan tersebut disampaikan Andri menanggapi kasus mengenai penyebaran buku-buku berbau kristenisasi yang mulai meluas di sejumlah kabupaten ataupun kota di Aceh kepada hidayatullah.com, Kamis (29/01/2015) Sore. [baca: Penyebaran Buku Berbau Kristensiasi di Aceh Meluas].

Oleh karena itu, Andri menuturkan, umat Islam juga harus membuat sebuah program “Peradaban Islam Nusantara 2020” untuk mengimbangi gerakan ‘pemurtadan’ yang sedang marak.

Langkah-langkah yang bisa dilakukan umat Islam yakni dengan memperkuat pilar-pilar peradaban Islam di antaranya akidah umat Islam, juga di lembaga pendidikan Islam, politik Islam, ekonomi Islam serta militer Islam (dakwah di kalangan militer, red).

“Mereka (gerakan misionaris,red) akan semakin agresif dan berani terbuka untuk mengejar dan mencapai target program ‘pemurtadan’, tegasnya.

Menurut Andri, kasus kristenisasi dalam rangkaian acara Car Free Day (CRD)  serta kristeniasi di daerah Sentul Jawa Barat (dengan modus mengajak warga desa jalan-jalan ke Monas,red) termasuk diantara program “pemurtadan’.

“Dua kasus kristenisasi itu merupakan contoh nyata,” ujar Andri.*

program “Peradaban Islam Nusantara 2020” untuk mengimbangi maraknya gerakan pemurtadan

Sumber: hidayatullah.com