Kisah Penduduk Samarkand Berbondong-Bondong Masuk Islam Melihat Akhlak Pasukan Islam

MUALLAFJOGJA.COM - Islam adalah agama sempurna yang aturannya menyeluruh meliputi semua lini kehidupan. Entah itu mengatur bagaimana cara beribadah, mengatur dalam hal hukum dan pemerintahan, tak terkecuali dalam akhlak kepada sesama manusia.

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” [QS. Al-Maidah (5): 3]

Islam sangat memperhatikan dalam hal akhlak. Begitu juga rasulullah yang Allah mewajibkan ummatnya untuk menjadikan beliau sebagai suri teladan. Di antara sekian ribu hadits, bisa kita dapati sabda Rasulullah yang menjelaskan betapa pentingnya menjadikan akhlak yang baik sebagai keutamaan.

Tidak ada yang sesuatu yang lebih berat dalam mizan (timbangan) daripada akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)

Keteladanan Nabi sebagai sumber kelembutan akhlak, berbuah agungnya perangai laku para pengikut risalah beliau pada zaman khilafah Bani Umayyah. Terlukis indahnya sebuah kisah penduduk Samarkand (salah satu kota di Uzbekistan) yang berbondong-bondong masuk Islam karena kagum dengan mulianya akhlak para pasukan Islam di bawah komando Qutaibah Bin Muslim.

Ketika pasukan Islam di bawah Komandan Qutaibah bin Muslim Al-Bahiliy melakukan ekspansi ke Samarkand, mereka belum memberi tahu penduduk Samarkand. Kontan saja, penduduk Samarkand mengadukan hal itu kepada Khalifah Umar Bin Abdul Aziz. Karena mereka tahu bahwa sebelum pasukan Islam menyerang suatu negeri, maka negeri itu harus ditawari dua hal terlebih dahulu, yaitu menerima dakwah Islam atau membayar Jizyah. Tanpa diduga, pengadilan memenangkan gugatan penduduk Samarkand dan menyatakan bahwa pasukan Islam bersalah sehingga harus ditarik seluruhnya dari Samarkand. Namun, apa yang terjadi ketika pasukan Islam mulai bergegas meninggalkan Samarkand? Para penduduk keluar ke jalan-jalan menyatakan masuk Islam secara sukarela. Subhanallah.

Akhlak yang mulia adalah buah dari keimanan. Maka seseorang yang benar-benar beriman, maka ia akan menunjukkan akhlak mereka dengan sebaik-baiknya. Rasulullah kembali mengingatkan kita dalam sebuah riwayat,

عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Dari Abu Zar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal radhiallahuanhuma dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam beliau bersabda: Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapusnya, dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik.”(HR. Tirmidzi) - [Rheyvana]