Terbuktinya Langit yang Mengembang dalam Al-Qur’an

LANGIT merupakan atap dari dunia ini. Kita mungkin tidak sadar akan keberadaannya, hanya saja kita tidak memperhatikan apa yang terjadi di langit. Jika kita perhatikan secara seksama, hari demi hari perubahan pada langit itu akan terlihat. Ternyata para ilmuwan menemukan bahwa langit itu mengembang.

Dalam al-Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya,” (al-Qur’an, 51: 47).

Menurut al-Qur’an langit diluaskan/ mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Menurut Stephen Hawkings dengan teori Big Bang, sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Teori lain seperti Inflationary juga berpendapat jagad raya terus berkembang. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.

Subahanallah, Allah telah memberitahukan pada kita mengenai keadaan dari salah satu ciptaan-Nya, yakni langit melalui kitab suci yang menjadi pegangan hidup kita. Sungguh amat sangat berharga pedoman kita itu. Tapi, masihkah kita menjaganya dengan terus membaca dan mengamalkannya? [rika/islampos/akhirzaman]