Plih Teman Sebelum Berteman


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya."
QS. 3. Aali 'Imraan : 118.

Pada hari kiamat nanti, manusia akan diikutkan atau disertakan bersama dengan teman mereka di dunia. Sehingga siapa teman kita di dunia ini, maka ia akan menjadi teman kita kelak diakherat nanti.

Mungkin saat ini kita belum merasakan akibat buruk berteman dengan orang kafir. Bahkan kita merasa enjoy dan sangat menikmati berteman dengan mereka. Mereka yang begitu toleran kepada kita, bahkan selalu membantu kita dalam berbagai hal.
Tapi, mereka berteman dengan kita agar ia bisa mengajak kita kepada kekafiran. Dan hal ini bisa terjadi kepada siapa saja. Tidak terkecuali teman kerja kita maupun teman yang berarti bertetangga dengan kita.

Tidak mutlak larangan ini harus kita lakukan. Yang perlu kita pahami dari tafsiran ayat diatas adalah teman yang berarti "teman kepercayaan". Kalimat bithonah didalam surat ali imron tersebut dimaknai teman yang benar2 akrab dengan kita.

Apa bila kita merasa tenang dengan akidah kita, atau bahkan kita bisa membawa mereka yang kafir ini kepada islam. Maka alanglah indahnya hal itu. Karena memang dakwah yang paling efektif adalah dengan akhlak kita yang baik. Akhlak yang mencerminkan keislaman yang benar.

Namun, apa bila kita sendiri merasa ragu dengan hal ini atau malah sebaliknya tergoyahkan keimanan kita. Segeralah menghindar dan carilah tempat kerja yang benar2 kosong dari orang kafir atau cari tempat tinggal yang jauh dari mereka. Ini kita lakukan demi kehidupan kita diakherat kelak, dan janganlah merasa berat untuk melepas dunia kita demi kehidupan yang abadi.

Suatu ketika di akherat kelak penghuni surga mencari teman nya selama didunia ini tidak berada di jannah. Kemudian ia bertanya kepada Allah, dan ia dapati ternyata ia berada dineraka. Lalu ia pun bersaksi bahwa temannya ini adalah orang yang beriman. Ia memint kepada Allah untuk dikeluarkan dari neraka dan membawanya kedalam surga bersamanya.