Mantan Misionaris: Indonesia Lahan Kristenisasi yang Paling Subur

Jakarta – Mantan Misionaris Gereja, Ustadz Bernard Abdul Jabbar menyampaikan bahwa video tentang pemurtadan terselubung dalam acara Car Free Day di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu adalah salah satu modus operandi pemurtadan kaum nasrani kepada umat Islam.

“Bahwa mereka (orang-orang kafir-red) tidak akan pernah berhenti dalam menyebarkan agama mereka dan menyesatkan orang-orang Islam sampai hari kiamat,” ujar Ustadz Bernard dalam acara diskusi Temu Pembaca Suara Islam yang mengangkat tema “Pemurtadan Makin Marak, Video Membuktikan” yang diadakan di Masjid Abu Bakar Shidiq Jl. Otista Raya No. 411 Cawang, Jakarta Timur Sabtu siang (29/11).

“Apa yang dilakukan di Car Free Day di Jakarta kemarin hanyalah salah satu cara mereka dalam menyesatkan umat islam, terlebih anak-anak muda yang masih labil dan orang-orang pinggiran,” ungkap beliau.

Menurutnya, modus pemurtadan semacam itu bukan hanya dilakukan di Jakarta, Solo, Sentul, Bekasi yang sudah terekspos media. Di berbagai daerah lainnya yang jauh dari jangkauan media pun, kaum nasrani sangat gencar dalam memurtadkan umat Islam.

Beliau menambahkan, kenapa orang-orang kristen begitu semangat dalam menyebarkan agama mereka? Karena mereka dikejar target. Menurut mereka pada pada tahun 2020 adalah tahun penggenapan. Sehingga mereka yang bertugas sebagai sales akan berusaha dengan segala macam cara untuk memurtadkan umat Islam demi menyambut tahun penggenapan tersebut.

“Mereka menargekan Indonesia, karena Indonesia adalah ladang (kristenisasi) yang paling subur,” tambahnya.

Pantauan Kiblat.net, diskusi tersebut juga mendatangkan beberapa nara sumber, seperti Munarman SH, Ustadz Bernadz Abdul Jabar dan Retaka Winser, pembuat video pemurtadan di acara car free day di Jakarta.

Para peserta diskusi sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh para narasumber. Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta juga memberikan pengalaman-pengalaman mereka dalam hal kristenisasi di daerah mereka masing-masing.









Sumber : Kiblat.net